Kementan Percepat Persiapan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah
Kementerian Pertanian melalui Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, M.P., Ph.D., bersama Kepala Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara, Dr. Siti Maryam Harahap, melakukan peninjauan lapangan dalam rangka persiapan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Peninjauan dilakukan di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, yang merupakan salah satu wilayah terdampak banjir dan tanah longsor. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BRMP Tanaman Pangan Haris Syahbuddin, Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Tengah, Direktur Polbangtan Medan, penyuluh pertanian lapangan, tim Lahan Irigasi Pertanian (LIP), serta perwakilan TNI Mabes AD Tri Bharata.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi sumber air irigasi dari sungai yang tertutup sedimen tanah dan pasir akibat banjir dan longsor. Kondisi ini menyebabkan terganggunya aliran air ke lahan sawah dan berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan. “Kementerian Pertanian berkomitmen mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana melalui perbaikan infrastruktur irigasi, pembersihan lahan, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian agar petani dapat segera kembali berproduksi,” ujarnya.
Selain peninjauan lapangan, dilakukan pula pembahasan teknis terkait penyiapan sarana produksi pertanian, termasuk bibit padi, dukungan alat dan mesin pertanian, serta rencana perbaikan dan normalisasi saluran irigasi. Pembersihan lahan dari material kayu dan sedimen pascabencana menjadi fokus utama yang akan didukung dengan penggunaan alat berat.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian menjadwalkan pelaksanaan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana pada Kamis, 15 Januari 2026, yang mencakup tiga provinsi terdampak. Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan groundbreaking rehabilitasi lahan dan kegiatan tanam pada lahan sawah terdampak bencana.
Melalui langkah ini, Kementerian Pertanian bersama BRMP Sumatera Utara terus mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.